Kronologi Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap soal Narkotika, Ngaku Sudah Pakai Setahun
DITANGKAP SOAL NARKOBA - Potret Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA). AKP Adiguna ngaku sudah memakai narkoba selama setahun. Namun dia membantah puluhan paket narkoba itu akan dijual lagi olehnya. Total ada 70 paket yang diamankan dari Tenggarong dan Balikpapan.
LIPUTAN86NEWS.COM,-- Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna ditangkap oleh Dirres Narkoba Polda Kalimantan Timur (Kaltim) terkait dugaan penggunaan narkoba.
Dikutip dari Tribun Kaltim, penangkapan telah disertai penahanan sejak Sabtu (2/5/2026) lalu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamletahitu, menuturkan terungkapnya dugaan penggunaan narkoba oleh AKP Adiguna berawal dari operasi control delivery.
Adapun operasi tersebut merupakan penindakan di mana paket berisi narkoba dibiarkan diterima oleh pengguna untuk mengetahui jaringan yang lebih luas
Romylus menuturkan operasi ini dilakukan dengan menggandeng pihak Bea Cukai di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kaltim.
“Jadi itu bermula dari control delivery bersama cukai dan teman-teman. Ada pengiriman di wilayah Tenggarong, kemudian kita kembangkan,” ujarnya
Ternyata, berdasarkan operasi dan pengembangan hasil penyelidikan, Romylus menuturkan pihak yang menerima paket barang haram tersebut diduga adalah AKP Adiguna.
Setelah itu, terduga pelaku pun langsung diamankan.
“Pada saat kita amankan orang yang mengambil paket itu ternyata anak buah dari oknum anggota. Akhirnya kita bersama Propam melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan,” katanya.
Total 70 Paket Diamankan, Dikirim dari Medan Gunakan Jasa Ekspedisi
Romylus menuturkan total paket yang diamankan sejumlah 70 paket dengan rincian 20 paket diamankan di Tenggarong. Sementara sisanya ditemukan di Balikpapan.
“Yang diamankan di Tenggarong itu satu dus isinya 20 paket. Sedangkan yang diamankan di Balikpapan satu dus lagi isinya 50 paket,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan bahwa seluruh paket tersebut berasal dari Medan, Sumatra Utara (Sumut) dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi.
Romylu menuturkan pihaknya terus melakukan pengembangan terkait kasus ini dengan target menangkap pelaku utama.
“Pemilik barang ada di Medan. Makanya kita belum bisa memberikan semua informasi karena masih dilakukan pengejaran,” ucapnya.
(*/Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar