Diduga Bermasalah dengan AMDAL, Aktivitas Penambahan Gedung Baru di PT KPS Dikecam Warga

Diduga Bermasalah dengan AMDAL, Aktivitas Penambahan Gedung Baru di PT KPS Dikecam Warga

IRRES
IRRES

Diduga Bermasalah dengan AMDAL, Aktivitas Penambahan Gedung Baru di PT KPS Dikecam Warga


SERANG – LIPUTAN86NEWS.COM || Sejumlah warga Kampung maja,desa Kibin dan kampung asem desa gembor, Kabupaten Serang, mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan dan operasional pabrik PT KPS di wilayah mereka.

Keluhan tersebut rencananya akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Serang melalui agenda audiensi dalam waktu dekat.

Warga akan menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, mulai dari dugaan dampak lingkungan, polusi suara, hingga Banjir.

Perwakilan warga, karman, mengatakan masyarakat sudah cukup lama merasakan dampak dari aktivitas perusahaan yang berada di sekitar permukiman mereka.

Menurutnya, persoalan banjir menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan warga, khususnya kampung maja.

“Dulu Rumah warga tidak pernah mengalami banjir seperti sekarang. Setelah adanya pembangunan dan aktivitas pabrik, aliran air berubah dan rumah warga sering terendam hingga menyebabkan kebanjiran, bahkan mencapai 3 Rt di kampung maja yang terdampak banjir, sekaligus tempat pemakaman umum juga kena dampak banjir” ujarnya, Senin (10/10/2026).

Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat warga mengalami kerugian cukup besar karena kondisi kedaan rumahnya terendam banjir saat hujan,akibat draenise warga RT 04 ditutup metrial tanah oleh alat berat proyek.


Selain persoalan lingkungan, karman juga menyoroti kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional pabrik yang berlangsung hampir setiap hari,bahkan kemacetan pun sering terjadi karena truk metrial proyek langgar jam operasional.

“Suara bising dari aktivitas proyek dan pabrik cukup mengganggu, terutama pada malam hari saat warga ingin beristirahat. Kami berharap ada perhatian serius terkait hal ini,” katanya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Harapan masyarakat, keberadaan perusahaan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Tapi faktanya, tenaga kerja lokal yang diterima masih sangat minim,” ungkapnya.

Dalam surat permohonan audiensi yang telah disiapkan, warga juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai berdampak terhadap perubahan sistem drainase dan aliran air di wilayah Kampung maja RW 04.

Akibat kondisi tersebut,rumah warga mengalami kebanjiran hingga barang barang yang ada di dalam rumah terendam air.

Melalui audiensi dengan DLHK dan DPRD Kabupaten Serang, warga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi dialog bersama pihak perusahaan guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

“Kami hanya ingin ada solusi dan perhatian terhadap kondisi masyarakat di sini. Mudah-mudahan pemerintah kabupaten serang dan DPRD bisa membantu memediasikan persoalan ini,” tandas karman.

Tuntutan warga kampung maja RW 04 meminta.

1-segera buatkan draenise yang baru sesuai keinginan masyarakat dan aturan UU lingkungan

2-hentikan proyek hingga sosialisasi dan ijin AMDAL di selesaikan

3- pemerintah kabupaten serang DPRD dan DLHK bertindak berikan keadilan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak perusahan sebagai pemilik maupun pihak berwenang mengenai status perizinan dan legalitas aktivitas penambahan gedung di PT KPS di lokasi tersebut.

(*/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar